Thursday, September 12, 2019

Latihan PHB Mata Pelajaran.kls XI


Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. Dengan memberi tanda silang ( X) pada huruf A,B,C,D, atau E pada lembar jawaban yang tersedia!



   1.     Konsili Vatikan II mengartikan Gereja sebagai ....
A. Umat Allah
B. Jemaat perdana
C. Para Rasul
D. Murid perdana
E. Tempat berdoa

   2.    Hidup mengumat pada dasarnya merupakan hakikat Gereja itu sendiri, sebab hakikat Gereja adalah ....
A. Persaudaraan cinta kasih seperti yang tercermin dalam hidup jemaat perdana.
B. Sebagai bagian dari warga masyarakat yang harus terlibat dalam kehidupan
C. Tempat untuk berkumpul dan memuji nama Tuhan dalam kebaktian
D. Kebersamaan sebagai murid Yesus dalam setiap kehidupan
E. Cerminan murid-murid Yesus di dunia dan di akhirat

   3.    Perhatikan ciri model Gereja di bawah ini ....
1. Menonjol dalam organisasi dan struktur
2. Persaudaraan antar umat
3. Kepemimpinan tertahbis
4. Peranan hati nurani dan tanggung jawab setiap umat
5. Hukum dan peraturan-peraturan
Gereja yang institusional dan hierarkis piramidal sangat menonjol dalam hal ....
A. 1, 2, 3
B. 1, 2, 4
C. 1, 2, 5
D. 1, 3, 4
E. 1, 3, 5

   4.    Cara hidup jemaat perdana adalah contoh hidup yang masih relevan sampai saat ini bagi Gereja yang mengumat. Hal tersebut ditunjukkan dalam kutipan Kitab Suci ....
A. Matius 4:32-37
B. Markus 4:32-37
C. Lukas 4:32-37
D. Yohanes 4:32-37
E. Kis 4:32-37
   
   5.    Orang-orang yang ditahbiskan untuk tugas kegembalaan dan menjadi pemimpin dan pemersatu umat adalah ....
A. Biarawan-biarawati
B. Kaum awam
C. Prodiakon
D. Hierarki
E. Koster

   6.    Kepemimpinan dalam Gereja Katolik bersifat ....
A. Jujur dan baik
B. Mengatur dan dilayani
C. Terbuka dan rendah hati
D. Mengabdi dan melayani
E. Tanggung jawab dan melayani

   7.    Ketika memberi tugas kepada Petrus untuk menjadi gembala, Yesus bersabda ....
A. Simon engkau akan kujadikan penggembala manusia
B. Simon jangan takut, aku menyertaimu sampai akhir jaman
C. Pimpinlah umat pilihanKu, Petrus!
D. Gembalakanlah domba-dombaKu
E. Simon jagalah umat pilihan-Ku

   8.    Yang menjadi pemrakarsa Konsili Vatikan II adalah ....
A. Paus Yohanes XXIII
B. Paus Benedektus XVI
C. Paus Yohanes Paulus II
D. Paus Paulus VI
E. Paus Pius X

   9.    Susunan Hierarki Gereja dari yang tertinggi adalah ....
A. Paus, Kardinal, Uskup, Imam, Diakon
B. Kardinal, Paus, Uskup, Imam/Diakon
C. Paus, Uskup, Imam, Prodiakon
D. Kardinal, Uskup, Paus, Imam
E. Paus, Uskup, Imam, Diakon

 10. Anggota umat Allah yang mengucapkan kaul kekal kemiskinan, ketaatan dan keperawanan disebut....
A. Biarawan-Biarawati
B. Hierarki Gereja
C. Komunitas Doa
D. Putra Altar
E. Prodiakon

 11. Menggembalakan, mengembangkan umat dan mengadakan aneka pelayanan demi kesejahteraan umat merupakan tugas ....
A. Biarawan-biarawati
B. Pamong wilayah
C. Hierarki Gereja
D. Para uskup
E. Para martir

 12. Dibawah ini merupakan corak kepemimpinan.
1. Merupakan panggilan khusus dimana campur tangan Tuhan merupakan unsur dominan.
2. Melayani demi suatu imbalan dan penghargaan.
3. Mengabdi dan melayani dalam arti semurni-muninya meskipun mempunai wewenang dari Kristus sendiri.
4. Kepemimpinan hierarki berasal dari Tuhan maka tidak dapat dihapus oleh manusia.
5. Tugas yang harus diemban dengan sepenuh hati.

Yang merupakan corak kepemimpinan dalam gereja adalah ....
A. 1, 2, 3
B. 1, 2, 4
C. 1, 2, 5
D. 1, 3, 4
E. 1, 3, 5

 13. Warga Gereja yang tidak ditahbiskan dan juga bukan biarawan-biarawati disebut ... .
A. Hierarki
B. Bruder
C. Suster
D. Awam
E. Klerus

 14. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa semua anggota umat Allah memiliki martabat yang sama, yang berbeda hanyalah ....
A. Kedudukannya
B. Pelayanannya
C. Jabatannya
D. Fungsinya
E. Tugasnya

 15. Menjadi rasul dalam keluarga-keluarga dan dalam masyarakat di bidang ipoleksosbudhankamnas merupakan tugas ....
A. Biarawan-biarawati
B. Hierarki Gereja
C. Kaum Awam
D. Masyarakat
E. Klerus 

  16. Yang merupakan tri tugas Gereja adalah ....
A. Menjadi guru agama, prodiakon, misdinar
B. Wali babtis, emban babtis, ketua lingkungan
C. Mewartakan Sabda, menguduskan dan melayani
D. Mewartakan sabda, memimpin doa, memimpin lagu
E. Ketua lingkungan, pengurus wilayah, pengurus paroki


  17. Pertemuan para Kardinal Gereja Katolik yang diadakan untuk memilih Paus yang baru adalah ....
A. Konsili
B. Rapim
C. Sidang
D. Konklaf
E. Pertemuan akbar

  18. Tempat para Kardinal mengadakan pemilihan Paus yang baru adalah ....
A. Kapel St. Petrus
B. Kapel Sistina
C. Kapel Maria Fatima
D. Gereja Kristus Raja
E. Gereja Katedral

  19. Bangsa Indonesia sekarang memiliki seorang Kardinal yang bernama ....
A. Yustinus Darmoyuwono, SJ
B. Nikolaus Adiseputra, M.S.C
C. Julius Darmaatmadja, SJ
D. Blasisus Pujaraharja
E. Ig. Suharyo


   20. Ajaran tradisional Gereja menyebutkan bahwa sifat-sifat Gereja Katolik adalah ....
A. Katolik dan Apostolik
B. Gereja yang melayani
C. Gereja yang rukun dan bersatu
D. Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik
E. Gereja yang berifat dinamis dan harus diperjuangkan

  21. Dalam Gereja ada kesatuan iman, pimpinan, kebaktian dan kehidupan Sakramental adalah Gereja bersifat ....
A. Satu
B. Kudus
C. Katolik
D. Apostolik
E. Mengumat 


  22. Dasar utama dari Gereja adalah kesatuan iman adalah ditunjukkan dalam ....
A. Kis 4:3-6
B. 1 Ptr 1:2
C. Ef 4:3-6
D. Rm 1:7
E. Rm 4:3-6

   23. Pehatikan peryataan berikut!
1. Kesatuan iman para angotanya
2. Kesatuan dalam pelayanan
3. Kesatuan dalam pimpinannya, yaitu hierarki
4. Kesatuan dalam jemaat
5. Kesatuan dalam kebaktian dan kehidupan sakramental
Yang merupakan Gereja yang satu terungkap dalam ....
A. 1, 2, 3
B. 1, 2, 4
C. 1, 3, 5
D. 1, 3, 4
E. 1, 2, 5

  24. Sumber darimana Gereja berasal, kemana arah yang dituju, dan unsur-unsur ilahi didalam Gereja adalah Kudus, merupakan pengertian Gereja bersifat ....
A. Satu
B. Kudus
C. Katolik
D. Apostolik
E. Mengumat
 
  25. Perjajian Baru melihat proses pengudusan manusia sebagai pengudusan oleh Roh Kudus, hal ini didasarkan pada ....
A. Kis 4:3-6
B. 1 Ptr 1:2
C. Ef 4:3-6
D. Rm 1:7
E. Rm 4:3-6

  26. Sumber darimana Gereja berasal adalah Kudus. Gereja didirikan oleh ....
A. Para Rasul
B. Umat Perdana
C. Kristus sendiri
D. Hierarki Gereja
E. Umat di Antiokia
 
  27. Tujuan dari Gereja yang kudus adalah ....
A. Supaya umatnya seluruhnya kudus
B. Agar umatnya tidak jatuh dalam dosa
C. Agar semuannya kudus tanpa kecuali
D. Agar manusia mencari sang Kudus itu
E. Kemuliaan Allah dan penyelamatan umat

   28. Tujuan dari Gereja yang kudus adalah ....
A. Supaya umatnya seluruhnya kudus
B. Agar umatnya tidak jatuh dalam dosa
C. Agar semuannya kudus tanpa kecuali
D. Agar manusia mencari sang Kudus itu
E. Kemuliaan Allah dan penyelamatan umat

  29. Jiwa Gereja adalah Kudus sebab jiwa Gereja adalah ....
A. Para Rasul
B. Para Santo Santa
C. Roh Kudus sendiri
D. Jiwa-jiwa yang suci
E. Para Malaikat Pelindung
 
  30. Usaha yang dapat digalakkan untuk menguatkan persatuan kedalam adalah ....
A. Lebih bersifat jujur dan terbuka satu dengan yang lain
B. Aktif berpartisipasi dalam kehidupan bergereja
C. Lebih melihat kesamaan daripada perbedaan
D. Mengadakan berbagai macam kegiatan sosial
E. Mengadakan ibadat ekumenis

  31. Usaha yang dapat digalakkan untuk menguatkan persatuan antar Gereja adalah ....
A. Setia dan taat kepada persekutuan umat termasuk hierarki
B. Lebih bersifat jujur dan terbuka satu dengan lainnya
C. Aktif berpartisipasi dalam kehidupan bergereja
D. Mengaktifkan kegiatan persekutuan Gereja
E. Menjalankan ibadah sesuai aturan Gereja

   32. Perhatikan pernyataan berikut!
1. Saling memberi kesaksian hidup sebagi putra-putri Allah
2. Aktif berpartisipasi dalam kehidupan Gereja
3. Lebih bersifat jujur dan terbuka satu dengan yang lain
4. Memperkenalkan anggota-anggota yang sudah hidup secara heroik untuk mencapai kekudusan.
Usaha-usaha untuk memperjuangkan kekudusan Gereja adalah ....
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4
 
  33. Gereja yang terbuka bagi dunia, tidak terbatas pada tempat tertentu, bangsa dan kebudayaan tertentu, waktu atau golongan masarakat tertentu adalah pengertian dari sifat gereja ....
A. Satu
B. Kudus
C. Katolik
D. Apostolik
E. Mengumat 

  34. Perhatikan pernyataan dibawah ini!
1. Rahmat dan keselamatan yang ditawarkannya.
2. Iman dan ajaran Gereja yang bersifat umum, dapat diterima dan dihayati oleh siapapun
3. Dikuduskan oleh Roh Kudus
4. Disatukan oleh iman, harapan dan kasih
Kekatolikan Gereja tampak dalam ....
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4


  35. Gereja yang berasal dari para rasul dan tetap berpegang teguh pada kesaksian iman mereka yang mengalami secara dekat dengan peristiwa Yesus, merupakan arti Gereja bersifat ....
A. Satu
B. Kudus
C. Katolik
D. Apostolik
E. Institusional Piramidal

  36. Gereja yang dijiwai oleh Roh Kudus yang harus dapat memberi hidup secara bebas dan leluasa kepada semua lapisan umat adalah Gereja yang bersifat ....
A. Membebaskan
B. Kharismatis
C. Kenabian
D. Dinamis
E. Ragi

  
  37. Dibawah ini merupakan tugas-tugas Gereja ....
A. Sebagai nabi, Raja, dan guru
B. Liturgia, kerygma, martyria,diakonia
C. Melayani, melindungi, menyejahterakan
D. Menggembalakan, menuntun, mengajar
E. Menguduskan dan mewartakan keselamatan

  38. Bebicara dengan Tuhan secara pribadi yang merupakan ungkapan iman secara pribadi dan bersama-sama merupakan pengertian dari ....
A. Doa
B. Pujian
C. Ibadat
D. Kebaktian
E. Persembahan 


  39. Mengungkapkan cinta, kepercayaan dan harapan kita kepada Tuhan merupakan ....
A. Hakekat doa
B. Arti dari doa
C. Syarat dari doa
D. Fungsi dari doa
E. Intisari doa bersama

  40. Kepala Gereja sebenarnya adalah ....
A. Imam
B. Yesus
C. Para rasul
D. Petrus
E. Maria 

Wednesday, September 4, 2019

Materi PHB kls XI : ARTI DAN MAKNA GEREJA

Materi Agama Kelas XI Semester I



MATERI KELAS XI
SEMESTER I
GEREJA
Bagian Pertama
ARTI DAN MAKNA GEREJA
I.    Gereja sebagai umat Allah
A.      Arti dan makna Gereja “Umat Allah”
1.       Umat Allah merupakan suatu pilihan dan panggilan dari Allah sendiri. Umat Allah adalah bangsa terpilih, bangsa terpanggil.
2.       Umat Allah dipanggil dan dipilih untuk Allah dan untuk misi tertentu, yaitu menyelamatkan dunia.
3.       Hubungan antara Allah dan umatNya dimeraikan oleh suatu perjanjian, umat Allah harus menaati perintah-perintah Allah dan Allah akan selalu menepati janji-janjiNya.
4.       Umat Allah selalu dalam perjalanan, melewati padang pasir, menuju tanah terjanji.

B.       Dasar dan konsekwensi Gereja yang mengumat

1.       Hidup mengumat pada dasarnya merupakan hakikat dari gereja itu sendiri, yaitu persaudaraan cinta kasih seperti yang dicerminkan oleh umat purba. (lih Kis 2 : 41 – 47)
2.       Dalam hidup mengumat, semua orang merasa manghayati martabat yang sama akan tanggungjawab secara aktif dalam fungsinya masing-masing untuk membangun Gereja dan memberi kesaksian kepada dunia.

C.       Konsekwensi dari Gereja yang mengumat

1.       Konsekwensi bagi pemimpin Gereja (hierarki)
a.        Menyadari fungsi pimpinan sebagai fungsi pelayanan. Pimpinan bukan di atas umat, tetapi di tengah umat.
b.       Harus peka untuk melihat dan mendengar karisma dan karunia-karunia yang bertumbuh di kalangan umat.
2.       Konsekwensi bagi setiap anggota
a.        Menyadari dan menghayati persatuannya dengan umat lain / orang tidak dapat menghayati imannya secara individu saja.
b.       Aktif dalam kehidupan mengumat, menggunakan segala karisma, karunia dan fungsi yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan dan misi Gereja di tengah masyarakat.
3.       Konsekwensi bagi hubungan awam dan hierarki
a.        Kaum awam bukan lagi sebagai pelengkap penyerta, melainkan partner hierarki
b.       Awam dan hierarki mempunyai martabat yang sama, hanya berbeda dalam hal fungsi

II. Gereja sebagai Persekutuan Yang terbuka

A.      Model – model Gereja

1.       Gereja Institusional Hierarki Piramidal
Model ini lebih menonjolkan dalam hal sebagai berikut:
a.        Organisasi yang berstruktur piramidal tertata rapi
b.       Kepemimpinannya bersifat tertahbis
c.        Gereja merasa sebagai satu-satunya penjamin kebenaran dan keselamatan (extra Eclesiam nulla salus)
2.       Gereja sebagai persekutuan umat
Model ini lebih menonjolkan dalam hal sebagai berikut:
a.        Hidup persaudaraan karena iman dan harapan yang sama. Persaudaraan ini adalah persaudaraan kasih
b.       Keikutsertaan umat dalam hidup menggereja
c.        Hukum dan peraturan memang perlu, tetapi dibutuhkan pula peranan hati nurani dan tanggungjawab pribadi.
d.       Sikap miskin, sederhana dan terbuka. rela berdialog dengan pihak mana saja.

B.       Keanggotaan dalam Gereja sebagai persekutuan umat

1.       Golongan Hierarki
Adalah orang-orang yang ditahbiskan untuk tugas penggembalaan. Mereka menjadi pemimpin dan pemersatu umat.
Tugas-tugas hierarki
a.        Menjalankan tugas kepemimpinan dalam komunikasi iman. Hierarki mempersatukan umat dalam iman, tidak hanya dengan petunjuk, nasihat dan teladan, tetapi juga dengan kewibawaan dan kekuasaan kudus.
b.       Menjalankan tugas-tugas gerejani, seperti merayakan sakramen, mewartakan sabda dsb.
2.   Biarawan – biarawati
Adalah  anggota umat yang dengan mengucapkan kaul kemiskinan, ketaatan dan keperawanan ingin bersatu dengan Kristus.
3.   Kaum awam
Adalah semua orang beriman Kristiani yag tidak termasuk dalam golongan tahbisan dan biarawan-biarawati, mereka adalah orang-orang yang dengan pembaptisan menjadi anggota Gereja dan dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai nabi,  imam, dan raja.

C.       Cara hidup jemaat perdana

Mereka sehati sejiwa dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar mereka memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia dan mereka bertekun dalam doa.
 
Bagian kedua
HIERARKHI DAN AWAM

I.    Hierarki dalam Gereja Katolik

A.         Strukrut Kepemimpinan (Hierarki dalam Gereja)

1.   Dewan para Uskup dengan Paus sebagai kepalanya pada akhir masa Gereja perdana, sudah diterima bahwa para uskup adalah pengganti para rasul. tetapi tidak berarti bahwa hanya ada dua belas uskup. Tugas dewan para uskup adalah menggantikan dewan para rasul, yang menjadi pimpinan Gereja adalah dewan para Uskup. Sebagai ketua dewan rasul adalah  Petrus.
2.   Paus
Adapun dewan para uskup adalah dia yang bersatu dengan imam Agung di Roma pengganti Petrus. Sebagai tugas imam agung di Roma adalah sebagai wakil Kristus dan gembala Gereja semesta, mempunyai kuasa penuh, tertinggi dan universal terhadap Gereja.
3.   Uskup
Tugas  pokok uskup adalah mempersatukan dan mempertemukan umat. Tugas tersebut dibagi dalam tiga tugas, yaitu : pewartaan, perayaan dan pelayanan. 
4.   Pembantu uskup : Imam dan diakon
Para imam adalah wakil uskup. Tugas konkrit imam sama seperti uskup, untuk mewartakan Injil dan menggembalakan umat beriman.
Para Diakon : adalah pembantu khusus uskup di bidang materi. Mereka yang ditumpangi tangan bukan untuk imamat, melainkan untuk pelayanan
Kardinal adalah penasihat utama Paus, membantu paus terutama dalam reksa harian seluruh Gereja.

B.           Fungsi Hierarki

1.   Menjalankan tugas gerejani, yakni tugas-tugas yang secara langsung dan eksplisit menyangkut kehidupan beriman Gereja, seperti melayani sakramen, mengajar agama dsb
2.   Menjalankan tugas kepemimpinan dalam komunikasi iman, memberi petunjuk, nasihat dan teladan.

C.           Corak Kepemimpinan dalam Gereja

1.   Kepemimpinan dalam gereja merupakan suatu panggilan khusus
2.   Kepemimpinan dalam gereja bersifat mengabdi dan melayani dalam arti semurni-murninya.
3.   Kepemimpinan hierarki berasal dari Tuhan, maka tidak dapat dihapus oleh manusia.

II.      Hubungan awam dan Hierarki sebagai Partner Kerja

 A.   Awam dan Peranan Awam

1.   Arti dan pengertian awam
a.        Definisi teologis : Awam adalah warga gereja yang tidak ditahbiskan. Jadi awam meliputi biarawan, biarawati seperti suster, bruder.
b.       Definisi tipologis : Awam adalah warga Gereja yang tidak ditahbiskan dan juga bukan biarawan- biarawati.
2.   Peranan awam
a.       Kerasulan dalam tata Dunia
Gereja tidak hadir di dunia untuk dirinya sendiri, tetapi untuk dunia. Gereja hadir untuk membangun Kerajaan Allah di dunia.
b.       Kerasulan dalam Gereja
Adalah kerasulan membangun jemaat.
Bagian ke tiga
SIFAT – SIFAT GEREJA
I.    Gereja yang satu dan kudus
A.      Gereja yang satu
1.  Alasan Gereja bersifat satu adalah :
1.       Kesatuan Gereja pertama-tama adalah kesatuan iman
2.       Gereja dimengerti sebagai Bhineka tunggal ika, baik di dalam ataupun diluar gereja
3.       Adanya kesatuan iman serta persekutuan yang harus tetap diwujudkan
2. Usaha dalam menjaga kesatuan Gereja
a.        Dalam Gereja:aktif dalam kehidupan bergereja,setia dan taat pada persekutuan umat
b.       Antar Gereja: jujur terbuka,melakukan kegiatan sosial baik pribadi maupun bersama
B.       Gereja yang Kudus
1.   Arti kudus:“yang dikuduskan bagi Tuhan Sikap dasar dari Gereja yang bersifat Teologis
2.   Gereja disebut kudus karena:
a.        Sumber Gereja. Didirikan oleh Kristus dan menerima kekudusan lewat doaNya (Yoh 17:11)
b.       Tujuan dan arah Gereja. Kemuliaan Allah dan penyelamatan umat manusia
c.        Jiwa Gereja.Gereja dijiwai oleh Roh Kudus
d.       Unsur-unsur ilahi yang otentik dalam Gereja,misal ajaran dan sakramen
e.       Anggota Gereja.Ditandai oleh pembaptisan dipersatukan melalui iman,harapan dan cinta yang kudus
3.     Usaha menjaga kekudusan Gereja
a.       Memberi kesaksian sebagai putra Allah
b.       Merenungkan dan mendalami KS
c.        Memperkenalkan anggota Gereja yang hidup secara heroik untuk mencapai kekudusan
  II.    Gereja yang katolik dan Apostolik
A.      Gereja yang Katolik
1.   Arti katolik adalah umum,universal.
2.   Katolik kuantitatif adalah gereja dapat hidup di tengah segala bangsa dan memperoleh warganya dari semua bangsa
3.   Katolik kualitatif adalah gereja dapat mewartakan ajarannya kepada segala bangsa dan segala “kekayaan bangsa itu dapat diterima”.
4.   Jadi kekatolikan gereja tampak pada rahmat dan keselamatan yang ditawarkan gereja serta iman dan ajaran gereja yang bersifat umum.
B.       Gereja yang Apostolik
1.   Arti apostolik adalah bersifat kerasulan, jadi gereja apostolik adalah gereja yang berasal dari para rasul dan tetap berpegang teguh pada kesaksian iman para rasul.
2.   Rantai penghubung antara gereja para rasul dan gereja sekarang adalah:
     *legitimasi fungsi dan kuasa hierarki
*Ajaran gereja
*Ibadat dan struktur gereja.
Copas : http://vpnpandu4.blogspot.com/2013/02/materi-agama-kelas-xi-semester-i.html